Selasa, 06 Mei 2014

Mencari nafkah di tambang emas

Seperti biasanya kalau azan subuh sudah berkumandang pasti lah mata sdah susah untuk di tutup, yg mau nya mata terbuka terus
Beratnya badan untuk bangun subuh susah sekali untuk bangun , tapi karena yang namanya perintah allah swt maka walaupun badan susah untuk bangun"" yah,,, harus di paksa demi mencari ridah ilahi rabbi.
Satu persatu antrian untuk ambil air wudhu... dari saya , istri saya dan seterusnya anak anak.
Setelah selesai wudhu barulah kami  melaksanakan shalat sunat subuh sendiri sendiri, yang di mana keluarga saya sangat meyakini bahwa pahala shalat sunat subuh lebih baik dari pada dunia dan se isinya.
Setelah shalat sunat subuh barulah saya langsung iqamat dan mengerjakan shalat subuh dengan keluarga secara berjamaah.

Seperti biasanya setelah selesai shalat subuh , kami sekeluarga masih melakukan ya sinan dan zikir pagi .
Setelah selesai dari zikir  istri sya sdah mulai mempersiapkan keperluan saya untuk ke tambang emas... antara lain makanan dan pakain.
Setelah itu sya mengambil tas ransel saya untuk memasukan smua kperluan sya.

Sya sedih ketika melihat anak dan istri sya . .. tapi mau di apa lagi , tempat sya untuk mencari nafkah sehari hari hanya di tambang emas. Yah , hanya amanat yg sya tinggalkan kpda keluarga sya... ma,, jaga anak anak dengan baik, nak jgan lupa beljar mengaji dan jaga waktu awal shalat ... klau malam jgan lupa belajar alquran
Sperti biasanya sya langsung star motor dan langsung pergi ke tempat tujuan sya (labuton) untuk menitipkan motor sya di rumah teman.
Selesai itu, sya langsung cari tukang ojek menuju ke kem pilot..
Dgan lajunya motor dan pintar nya joki mtor ,apalagi mantan pembalap motocross(oling) membuat sya cpat sampai di kem pilot walaupun jalan sangat menantang bagi pengendara motor.
Teman teman sya langsung menyapa sya , hey man ' kau naik kem hari ini kah , sya bilang iyah * kata teman sya ' kalau bgtu kita sama sama saja dlam perjalanan , jgan baku tinggal. Kata saya , o iya ' kita sama sama saja naik tambang

Jumat, 02 Mei 2014

Kisah nyata

Mimanbento.blogspot.com 2-5-14

Ini kisah nyata yang saya alami sendiri sekitar satu tahun yang lalu. Mohon maaf sebelumnya, saya tulis pengalaman ini tanpa maksud apapun, kecuali sekedar berbagi pengalaman dan hikmah yang mungkin dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk lebih meresapi tentang tujuan kita dalam menjalani hidup didunia ini. ********

Hari itu suasana terasa lain dari biasanya. Waktu serasa lambat berjalan, angin berhembus seperti hampa tanpa belaian, dan terik matahari terasa redup walau tetap memancarkan terangnya. Namun tidak ada sedikit pun pikiran aneh yang terlintas di benak, dan keluarga saya pun tetap beraktivitas seperti hari-hari biasanya. Ah, mungkin ini hanya sekedar perasaan, pikir saya. Mungkin ini dikarenakan saya yang terlalu sensitif dalam memperhatikan keadaan sekitar. Namun memang ternyata apa yang saya rasakan memanglah sebuah pertanda, yang bahkan tak terpikirkan sedikitpun sebelumnya, hingga akhirnya mereka datang dan muncul dihadapan saya… Saya tengah berdiri didepan pintu rumah sambil menoleh kedalam dan memperhatikan orangtua saya yang sedang duduk di sofa sambil bermain bersama kedua cucunya. Kemudian datang dua orang berbadan tinggi tegap dan berpenampilan menggunakan stelan Jas berwarna hitam. Mereka muncul dari gang disamping rumah, dan berdiri tepat beberapa langkah dari hadapan saya. Mereka berdua hanya berdiri dan menatap saya, tanpa ucapan ataupun gerakan untuk memberi isyarat. Anehnya, walaupun mereka tidak mengutarakan maksud kedatangannya, tapi saya sudah tahu persis tentang tujuan kedatangan mereka. Saya  seperti mendapat stimulus didalam pikiran saya untuk ikut bersama mereka. Saya tau persis bahwa kedatangan mereka adalah untuk menjemput saya.  Saya kembali menatap keluarga saya yang berada didalam rumah, dan ekspresi wajah mereka telah berubah. Mereka menatap saya dengan hampa . Dan saya pun mengikuti mereka seolah saya memang harus pergi bersama mereka. Saya berjalan beberapa langkah dibelakang mereka, mereka berjalan lurus tanpa menoleh sedikitpun kebelakang. Saya ingat betul jalan-jalan dan gang yang saya lewati, bahkan saya tahu persis kemana mereka akan membawa saya. Sepanjang perjalanan, saya memperhatikan pejalan kaki lainnya yang saling berpapasan. Keadaan seperti normal dijalan itu, orang beraktivitas dan berlalu-lalang seperti hari-hari biasanya, hingga akhirnya saya sampai ditempat yang dituju. Tempat yang lokasinya tak jauh dari rumah saya, sebuah lapangan kecil yg cukup tersembunyi karna tertutup oleh tembok-tembok rumah disekitarnya. Jantung saya mulai berdegup sangat kencang ketika tiba dilokasi itu. Karena ketika tiba disinilah saya baru menyadari untuk apa mereka membawa saya ke tempat ini.. Jantung berdegup lebih kencang ketika ternyata apa yang saya lihat disitu sama persis seperti apa yang ada dalam pikiran saya. Sebuah podium kecil yang tak terlalu tinggi dan berbahan kayu dengan tiang pancang yang terlihat kokoh di tengahnya. Di ujung tiang pancang itu tersemat sebuah tali simpul berbentuk lingkaran. Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.. Inilah waktunya, sudah tiba gilirannya untuk saya ! Saya tak bisa berbuat apa-apa lagi.. Ini memang sudah seharusnya, waktu saya telah habis... Walau jantung berdegup kencang, saya tetap berjalan menaiki podium itu. Ketika saya meniti tangga podium itu, saya perhatikan sekitar, ternyata banyak orang disitu. Seluruh keluarga, sahabat, dan semua orang yang pernah saya jumpai, mereka berdiri disekitar podium dan menatap saya dengan tatapan kosong. Tepat dibawah tiang pancang, saya kaitkan sendiri simpul tali itu dileher saya. Saya perhatikan dua orang berjas hitam itu  berdiri tepat didepan podium dan fokus memperhatikan saya. Saya ketatkan simpul di leher, dan menutup kedua mata, bismillah.. Keringat mulai mengalir, jantung terasa ingin pecah, ludah tertahan dikerongkongan, perasaan ini terasa begitu berat, seolah masih ada hal yang belum saya tuntaskan, seperti ada yang masih mengganjal. Saya tak mampu melalui ini,  saya belum siap! Saya buka kembali mata saya dan mengajukan permohonan ke mereka, tanpa kata, tanpa isyarat, namun ternyata mereka mengerti dan member saya perpanjangan waktu, lalu mereka pun pergi begitu saja.. Rasa bahagia terasa memenuhi jiwa, saya seperti memperoleh kesempatan kedua. Tetapi saya  tahu persis kapan mereka akan kembali, saya hanya sekedar diberi beberapa waktu untuk menuntaskan urusan saya Kesempatan yang luar biasa saya syukuri ini sedetikpun tak saya sia-siakan, saya ingin menuntaskan urusan saya. Saya kembali ke rumah, bersimpuh dihadapan orangtua saya dan memohon ampun atas semua sikap  saya yang pernah menyakiti dan mengecewakan mereka. Tanpa ego dan rasa malu, saya datangi semua kawan dan sahabat untuk meminta maaf dari mereka, saya tak ingin pergi dengan keadaan masih meninggalkan dosa… Dan kesempatan waktu pun telah habis, kedua ‘malaikat pencabut nyawa’ itu kembali datang ke rumah untuk menjemput saya. Saya sadar bahwa kali ini takkan ada kesempatan lainnya, inilah waktu yang terakhir untuk  saya. Namun bahkan saat langkah pertama meninggalkan rumah, kaki ini terasa sangat . Hati ini  terasa sulit untuk mengucap perpisahan pada jalan-jalan yang saya tapaki, pada lingkungan yang saya tinggali, pada dunia yang saya hidupi.. Langit begitu biru dan cerah, namun tak ada angin sedikitpun yang berhembus selama perjalanan, tak satupun orang saya temui dijalan itu. Berat sekali kaki ini mengikuti dua malaikat itu yang berjalan beberapa langkah didepan saya. Sempat terlintas dalam benak, untuk membalikkan badan dan lari dari mereka,, saya tak ingin berpisah dengan semua ini, Tapi hal itu tak dapat saya lakukan! Sesampainya kami di tempat tujuan, sudah banyak orang yang berdiri, keluarga , kawan dan semua orang yang saya kena telah hadir disitu. Namun kali ini saya melihat raut senyuman diwajah mereka… Podium dan tiang pancang telah siap dihadapan saya. Dengan perasaan yang sangat berat saya melangkah menuju podium, bahkan saya sempat berhenti beberapa detik saat kaki ini menaiki tangga podium. Habis sudah ! inilah waktunya.. Dibawah tiang pancang kembali saya lilitkan simpul tali dileher, kasarnya tali begitu terasa dileher. Namun hati ini terasa tetap tenang, saya sudah menerima bahwa ini memang sudah waktunya. Saya pejamkan mata, Astaghfirullah.. Astaghfirullah.. Selamat tinggal Ayah, selamat tinggal Ibu…  Astaghfirullah.. Selamat tinggal Sahabat.. Selamat tinggal kehidupan…! Air mata ini pun jatuh mengalir ,  berat sekali rasanya meningggalkan dunia ini. Saya buka  kembali mata saya dan meminta mereka untuk menutupi kepala saya dengan kain penutup, saya tak sanggup melihat diri saya digantung..! Mereka pun menutup kepala saya dengan kain hitam, dan kembali melilitkan simpul tali dileher! Gelaap… Sangat gelap.. Namun hati ini telah tenang.. Kesempatan saya telah habis, dan ini lah waktunya untuk pulang ke sisi-Nya.. Astaghfirullah.. Astaghfirullah.. Astaghfi……….. Mata saya terbuka, tirai jendela kamar bergoyang tertiup angin, sayup-sayup terdengar  adzan subuh berkumandang, yaa Allah, ternyata hanya mimpi !, Namun ucapan istighfar terakhir itu masih sangat terasa dan bergetar dilidah, Astaghfirullah… ********

Mimpi yang saya alami itu terasa begitu yata, bahkan masih saya ingat hingga detai sampai saat ini. Mungkin Allah mengingatkan kita untuk selalu mengingatnya..! Mungkin kita harus mulai menyadari bahwa waktu kita didunia ini sangatlah singkat, dan terlalu berharga untuk disia-siakan.. Maknailah hidup, gunakanlah untuk beribadah dijalanNya.. Jangan sampai kita menyesal ketika Izrail mendatangi kita.. Karna, jika maut telah datang menjemput, tak sedetikpun kita mampu untuk mengulurnya..! Kunjungi dan baca artikel ini di halaman saya : www.mimanbento.blogspot.com

Cerita manado

Miman bento 2-5-14

Bagi kamu orang sulawesi kita lucu lucuan yuk tapi disini kita ngelucu pake bahasa manado bagi yang tidka bisa manado hendaknya baca cerita lucu pendek 2013 saja karena di sini di khusus kan untuk orang manado, hehehe becanda bro yuuuk kita langsung saja baca Cerita Lucu Bahasa Manado  ---- Cerita Lucu Bahasa Manado  --- Cerita bahasa manado Baku Piara KEKE : “Utu tempo apa dang ngana mo kaweng pa kita, so malo kita orang lia lia so ba tinggal deng ngana? Bulan Oktober jo neh !” UTU : “Oh … nemboleh no! soalnya kita ada banya urusan dikantor bulan Oktober” KEKE : “Kalo bagitu November jo dang.” UTU : “Adoh… kasiang jo pa ngana….. November kita mo ada pelantikan kenaikan pangkat” KEKE : “Oh kalo bagitu Desember jo neh… biar rame” UTU : “December kua talalo rame karna hari Natal, sabar jo… nanti January taong datang” KEKE : “Oh… jangan January bahaya… ngana mo geger otak…” UTU : “Dari mana ngana tahu… tukang ramal so ngana?” KEKE : “Kita bukan tukang ramal… maar kalo so’ bulan January kita mo beking picah deng botol ngana pe kapala…” UTU : “!!/$@#?!!!” ---- Cerita Lucu Bahasa Manado  --- Cerita bahasa manado lucu : Keluarga Biongo Disuatu desa tinggal seorang anak yang bernama alo dia hanya tinggal dengan opa dan omanya. Pada suatu siang alo baru pulang dari sekolah…..!!! Alo : “Siang” Opa : “Siang alo .alo sini dulu ngan opa m tanya!” Alo : “Kiapa opa.?” Opa : “Dari mana ngana?” Alo : “Dari sekolah no opa masa nda lia ada pake seragam.!” Opa : “Butul ngana dari sekolah kalo bagitu opa mau tes dulu pa ngana.!” Alo : “Tes jo .!” Opa : “Kalo 10×10 berapa dang? klo ngana dari sekolah paling ngana tau..! Alo : “Ado opa talalu banyak kita pe tangan nyanda sampe m ba hitung, ado kita nintau..! Opa : “Ngana memang bodok masa bagitu le nintau mulai besok ngana brenti jo sekolah bekeng abis doi jo ngana..!” (sambil marah-marah) Alo : (sambil menangis) Oma napa opa ada ba marah pa kita..! Oma : “Ado kasiang kiapa ngana mara-mara pa alo bru pulang sekolah le kasiang s dapa marah, kiapa le..?” Opa : “Napa alo p biongo masa dari sekolah nintau 10×10, bekeng abis doi jo dia sekolah lebe bae berenti sekolah kong ba jual kukis pisang tau-tau dapa doi..” Oma : “Kiapa ngana tau so kong rupa tu butul-butul ba marah pa alo?” Opa : “Tau no nga kira kita biongo rupa alo..!” Oma : “Brapa dang..?” Opa : “20 no kiapa sooo..? Cerita Manado tentang : Anj1ng Pintar Dua orang wewene sementara baku-ambe akang dorang pe anj1ng-anj1ng. Nyanda ada diantara dorang yang mo mengalah, karena masing-masing basombong akang dorang pe anj1ng-anj1ng. Wewene A: “Kita pe anj1ng hebat sekali. Tiap pagi dia so tunggu tu tukang koran di muka pintu. Bagitu tu tukang korang datang, Blacky langsung ambe tu koran kong kase pakita yang sementara smokol di meja makang”. Wewene B: “Kita komang so tau do’ itu…” Wewene A: (kage jaha) “Hah? Darimana dang ngana tau?” Wewene B: “Kita pe Anj1ng yang cirita…” (Rasa ngana…hehehe Terakhir Karena ane bukan orang manado, jadi mohon maaf aja kalau ada salah-salah kata. Bagi bro yang dari manado dan ingin menambahkan kumpulan cerita lucu diatas, silahkan saja tuliskan humor kalian yang bikin ngakak itu melalui form komentar…. erita Mandado : Kase Maso Ulang Pulang dari greja, om Utu pe dua mata bangka deng’ biru merah, sampe de pe istri kage skali… Kong om Utu pe istri, tanta Mintje tanya “Utu, kiapa sampe bagitu tu’ mata ?” Om Utu : “Tadi kwa di greja samantara manyanyi, tiba tiba ada cewek fasung maso deng rok pendek skali, maar de pe rok dang’, ada tamaso kadalam pa de pe panta, karna dia badiri pas pa kita pe muka, jadi kita hela akang de pe rok supaya rapi dang…, maar tu’ cewek malah ‘da tinju akang kamari ‘tu mata sablah kiri…” Tanta Mintje : “Maar, kiapa ‘tu mata kanan bangka dang…?” Om Utu : “Karna kita kira dia nyanda’ suka ‘da hela de pe rok, kong terpaksa kita kase maso ulang tu rok kadalang…, kong dia tinju tu mata sablah…” ---- Cerita Lucu Bahasa Manado  --- Satu hari ni alo pulang skola. kong dijalang oto kijang dapa sambar pa alo. pas sampe rumah alo ba klak pa depe mama.. alo: maa, napa kita oto kijang ada sambar di jalang tadi..! mama: kong dang…? …alo: kong tu tuang oto turun kong dia kase 100 RIBU pa kita… mama: ohh, mar ngana nya apa2 to alo? alo: nda noh.. depe besok. pas alo pulang skola, dia lia depe mama ada ditenga jalang ada pele oto FUSO… alo: ado kasiank FUSO itu mama !! mama: badiam ngana anak… JUTA INI..!!! ada satu kali di tampa pendaftaran kerja, ada 3 orang m ba isi biodata...drang dp tanxa warna kuli,,, pertama dp tanxa orang minahasa... dia bilang kuning langsa,, kadua orang mongondow... dia bilang sawo matang...... napa ungke katu s bingo,,, ungke p pikiran nama buah buahan samua ini... ungke s lbeh gugup lantaran smo dp giliran... no ungke in dari sanger konk dp kuli sdiki glap... pas depe operator tanxa.... ungke warna kuli???? konk unke jawab "salak tagulandang" ---- Cerita Lucu Bahasa Manado  --- 3 orang sahabat da pigi tamasya ke pante,., ambon, gorontalo, deng sanger.,, pas sampe di pante nie Ambon langsung b ambe pasir laut kong dia se cura dri tangan trus ba bilang " nie pasir laut qlw cuman sagu., seluruh ambon itu qt se makan sagu",., nie Gorontalo juga b iko., kong b suara "qlw cuman jagung nie pasir laut., seluruh masyarakat Gorontalo ta semakan jagung lay,., trus Ambon deng Gorontalo da ba haga p sanger yg lgi da ciki pingang kong da mnghadap k arah laut., kong sanger b suara " qlw ni aer laut taganti deng cap tikus., so dari tadi ngoni 2 ta bekeng tola2,., ambon deng gorontalo cuman ta b diam kong so b jao,.,., Ada Nih Aco Denk Uwa Terlambat Msoo Sklaah .. Ibu : Uwa , Kypa Nga Lat Msoo Sklaah ?? Uwa : Qtaa Kwaa Bu Adaa Dpa Mimpi D Nae Mtoor .. konk D Bb Ptar Kmpung Konk Sooh Lpaa Bngun Pagi Bu .. Ibu : Ah Alasan !! Kloo Nga Dunk Aco ?? Aco : Ih Bu Qtaa Nntw Apa² .. Qta Cman Uwa D Bonceng .. Konk Ibuu Paktesta .. X_x #Wkwkwkwkwkwkk .. Di manado ada perlombaan Ayam yng paling kuat bakuku,,ada ayam dari jakarta, makasar dg ayam dari manado.... yg pertama ayam dari jakarta da kze minum ramuan khusus supaya kuat bakuku..p abis minum ni ayam langsung bakuku"kukuruuuuuuyuukkk..yg pasti dp suara jadi kuat.....berikut ayam dari makasar, ni ayam lec minum obat khusus"kkkkuuuuuukkkuruuyyukkkkkkk......lbe kuat dari ayam yg tadi....... yg terakhir ni ayam dari mnado, ni dp pemilik nntau mo kaze minum apa dp ayam ini...krna nimau kalah kuat ni ayam dia kse minum cap tikus,,kong ni ayam langsung baku...."UUUUUUUUUHHHHHHHAAAAAAAHHHHHHHHHHHH PEMAI BAKU ABIS JO.............. wkkwkkkwkkwkkkwkwk.......:D Gara gara SMS...! ungke deng nona baku sms.. Nona : sayang dah bkng pax doe?(pesan trkrim) ungke : npa cman ad dudu" !(psan gagal) Nona : kyp nda blz dang?*so panas*(psn trkrim) ungke : ad noh,qt dah blz..!(psan gagal) Nona : nga so ada laeng kang?*emosi*(psan trkrim) Ungke : nda sayang, qt cmn syang p nga..!(psan gagal) Nona : oh jdi ng so nda sayang p qt dang?*nae darah*(psan terkirim) ungke : PENDOOO Leh...!(Pesan terkirim) Nona : Putus trang 2..!(pesan terkirim) Ungke : @#%&*&%#@.... hehehee..! ni PSK" polisi da tngkap toh kong so dpa pengarahan.. polisi- adoh ngni ini nda tobat" leh jdi PSK... PSK- slah" komdan so nd ada doi ksiang.. tiba" ada oma lwat kong b tnya p tu PSK distu.. oma- aduh cewe da bkeng apa dstu ngni?? PSK- oh ada mo berbagi sembako oma.. oma- dgn qt ah spa tau dpa berbage.. pas polisi smntara b dftar drng p nma tu polisi tkage dpa lia p oma.. polisi- ih deng oma leh?? oma- io noh komdan biar cuma mo icap" dang... wkwkwkwkwkwkwkwkw Bagaimana ceritanya lucu ga ? di Kamis, April 04, 2013

Rabu, 30 April 2014

Sabar dalam menghadapi masalah

Tips menghadapi masalah

Masalah pasti tidak akan pernah bosan menghampiri  kita. Terkadang dalam menghadapinya kita bisa tegar, namun lebih sering kita menjadi tidak sabar dan tidak ikhlas dalam menghadapi cobaan yang datang. Hasilnya, kita merasa menjadi orang yang paling nespata di seluruh dunia. Padahal, yang menjadi permasalahan sebenarnya ialah bagaimana sikap kita ketika menhadapi masalah-masalah hidup tersebut.  Mutlak sudah, bahwa memahami rahasia di setiap masalah adalah kunci emasnya! Saya sebenarnya belum pantas memberikan tips-tips bagaimana caranya supaya bisa sabar (karena diri saya juga nggak sabaran.. :D ). Tapi, insya Allahuraian berikut tidak ada salahnya untuk dijadikan bahan renungan. ***Pertama, penyebab kita gak bisa sabar dalam menghadapi musibah atau misalnya kehilangan, KARENA, kita selalu merasa semua yang kita miliki adalah bener-bener milik kita. Tapi kalo kita sedikit MAU merenung, ternyata semuanya adalah milik Allah. Kita bisa segede ini sekarang juga karena pemeliharaan Allah. Jadi, suka-suka Allah mau ngelakuin apa aja ke diri kita. Namanya manusia hidup, PASTI diuji. Allah berfirman dalam Al Quran:“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta..” (Al Ankabut 29:2-3)Semua ujian itu datang dari Allah, bisa berupa kesenangan atau kesulitan. Tapi, yakinlah apa pun yang Allah takdirkan buat kita adalah yang terbaik buat kita juga. Menurut pakar psikologi anak, M. Faudhil Adzim, disebuntukan bahwa: Cukuplah dikatakan kejam bagi orang tua yang selalu memanjakan anaknya. Semua keperluan anaknya disediakan dan diberi segala yang mewah-mewah. Anak itu tidak dibiarkan sedikit pun diberi kesempatan untuk mengusahakan apa yang ia inginkan.Lalu apa yang terjadi kemudian pada anak itu? Ketika anak itu menjadi besar, di kehidupannya ia menjadi seorang yang egois, tidak kreatif, dan tidak berkompeten dalam bidang apapun kecuali kemalasan. Apakah ini yang dihendaki oleh orang tuanya dulu? Tentu bukan! Orang tua yang baik bukan orang tua yang menfasilitasi anaknya dengan kemewahan, tetapi orang tua yang baik itu adalah orang tua yang memberikan kesempatan anaknya untuk berusaha, serta membimbing setiap langkahnya. Menyemangati dan mendukung penuh hal-hal baik yang dilakukan anaknya.Begitu pula Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Cobaan yang diberikan kepada hambanya jangan sampai kita pandang sebagai siksaan, tapi pandanglah sebagai sarana untuk memperkuat diri. Dan di dalam 2:286 Allah berfirman artinya :”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”. Allah berjanji tidak akan memberikan ujian melebihi kemampuan kita. Janji Allah jauh lebih pasti daripada terbitnya matahari esok pagi.Kedua, setiap ujian dari Allah adalah kebaikan dan hikmah besar buat diri kita. Tidak semua yang menurut kita baik adalah benar-benar baik diri buat kita. Kenapa? karena Allah-lah yang paling mengerti diri kita, Dia-lah yang menciptakan dan memelihara kita sehingga Allah-lah yang paling paham apa-apa yang kita butuhkan. Sedangkan kita,mungkin hanya sedikit yang kita ketahui dari diri kita.Misalnya, ada seorang anak usia TK minta dibelikan motor  kepada ayahnya. Tentu sang ayah tidak akan mengabulkan permintaan si anak, walau anak itu nya menangis seharian tetap si ayah gak akan menuruti permintaan anaknya yang masih kecil itu. Bukannya ayahnya ini pelit, tapi ayahnya yakin bahwa anaknya belum bisa untuk mengendarai motor berat. Ayah nya khawatir kalau-kalau anaknya nanti malah kecelakaan. Tapi, dalam hati sang ayah pasti berjanji akan membelikan anaknya itu motor yang lebih bagus dari yang diminta anaknya di saat anaknya telah masuk kuliah.Begitu pula, Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak mungkin mengorbankan hambanya, untuk hal-hal yang dipandang baik dalam kacamata sang hamba. Allah berfirman artinya:“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui..” (Al Baqarah 2:216)Penutup“Carilah pertolongan (Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya yang demikian itu berat kecuali bagi mereka yang khusyu’”… Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya orang bersama orang-orang yang sabar..” (Al Baqarah:45)

pentingnya menjaga lisan

Pentingnya Menjaga Lisan Ketika MarahSuatu, ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada sang anak untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah...Hari pertama anak itu telah memakukan begitu banyak paku ke pagar setiap kali dia marah... lalu secara bertahap jumlahnya berkurang. Dia mendapati ternyata lebih mudah menahan amarahnya ketimbang memaku pagar.Akhirnya tibalah waktu dimana si anak merasa benar-benar bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal tersebut kepada sang ayah, yang kemudian mengusulkan untuk mencabut satu paku satu hari setiap dia berhasil menahan marah.Hari-hari berlalu dan si anak akhirnya memberitahu kepada sang ayah bahwa ia telah berhasil mencabut paku-paku tersebut, lalu sang ayah menuntun si anak menuju pagar belakang rumah."Hmmz.., kamu telah berhasil dengan baik anakku, tetapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. pagar ini tidak akan sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain...Kamu bisa menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu tetapi tidak perduli kamu meminta maaf luka tersebut tetap ada dan luka karena kata-kata lebih buruk dari luka fisik..."Oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah yang bisa menahan lisannya, karena banyak musibah yang diawali dari lisan.Alloh SWT berfirman :"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang"[Al-Hujurat : 12]Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya no. 6477 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 2988 [3] dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :"Sesungguhnya seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan apa dampak-dampaknya akan membuatnya terjerumus ke dalam neraka yang dalamnya lebih jauh dari jarak timur dengan barat"Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda :"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam"Semoga Alloh SWT memberi kekuatan pada kita untuk senatiasa menjaga lisan dari perkataan-perkataan yang buruk....aamiin